Dedi J: "Eliminir Korupsi Harus Dengan Pencegahan"

SUBANG – Untuk mengeliminir korupsi di Subang harus dilakukan dengan mengedepankan pencegahan pada kinerja aparatur pemerintah dengan melaksanakan kerja sesuai aturan. "Maka dengan pengalaman kami berdua (Calon Bupati dan Wakil Bupati), saya dari penegak hukum (polisi) dengan link penegakan hukum dan Pak Budi (Setiadi) sebagai pejabat pemerintah di Provinsi (Jawa Barat) dengan link birokrat, menjadi bekal utama untuk memperbaiki kinerja Pemerintah Kabupaten Subang (menjadi lebih baik)," ujar Calon Bupati Subang, Dedi Junaedi saat memberikan sambutan pada acara Silaturahim Idul Fitri 1439 H di kediamannya di Komplek Ciheuleut Subang, Selasa (19/6/2018).
Sebab, sambung dia kalau pemberantasan korupsi dengan penangkapan akan membuat penuh penjara. "Oleh sebab itu lebih baik mengeliminir korupsi harus mengedepankan pencegahan karena kalau penangkapan akan penuh penjara," imbuhnya.
Kata Dedi motivasi maju dalam Bursa Pilkada berangkat dari keprihatinan bahwa di Subang telah terjadi krisis kepemimpinan. Kemudian untuk memperbaiki sumber daya masnusia Subang, kata Dedi akan melakukan reformasi mental. "Untuk itu Guru ngaji harus dinaikkan insentifnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan kepada generasi penerus," katanya.
Kemudian dari aspek kesejahteraan, dia memiliki program untuk mengutamakan laki-laki harus bekerja. Kepada industri untuk bersedia mempekerjakan laki-laki lebih banyak. "Maka untuk itu harus dibuatkan peraturan daerah mendukung," kataya lagi.
Dedi mengajak kepada hadirin supaya ikut memeriahkan Kampanye Akbar di Lapang Dolog Subang besok yang akan diisi oleh artis Ibu kota.
Selanjutnya tausiyah oleh Ustadz Sofyan Sauri dari Pesantren Miftahul Huda yang menyampaikan pentingnya kepercayaan pemimpin dan mengingatkan kepada pemilih untuk menjadi pemilih yang cerdas. "Jangan tergoda oleh iming-iming imbalan yang kecil dibandingkan dengan masa depan Subang (lima tahun ke depan)," ujarnya.