Begini Upaya Membangun Citra sebagai "Kiblat Bahan Peledak Indonesia"

SUBANG – PT. Dahana (Persero) berupaya membangun citra sebagai Kiblat Bahan Peledak Indonesia. Menurut Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Asmorohadi yang didampingi Public and Goverment Relation Manager PT. Dahana, Juli Jajuli maksudnya ialah  brandding supaya ketika mendengar "bahan peledak" maka akan terbayang langsung ke PT. Dahana. "Ini tengah kami lakukan sekaligus sebagai motivasi supaya kami memberikan kerja yang terbaik untuk perusahaan khususnya (kepada) Negara Indonesia," ujarnya kepada Reporter Jabar disela-sela kegiatan Buka Puasa bersama di Subang Jawa Barat, Rabu (6/6/2018).
Kemudian lanjutnya dengan kehadiran kampus Dahan tidak lepas dari visi pembelajaran untuk terus mendalami bahan berenergi tinggi yang berlokasi di Kawasan Energic Material Center PT. Dahana (Persero) Subang Jawa Barat.
"Dari sini lahirlah para ahli yang siap menjadi tumpuan bangsa untuk mewujudkan kemandirian industri bahan peledak, baik komersil maupun pertahanan. Untuk itu kami siap menjadi Kiblat Peledak Indonesia," bebernya.
Sedangkan kata dia lagi untuk membangun citra eksternal berupaya membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar perusahaan melalui kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. "Diantaranya membangun penyediaan air bersih bagi daerah yang rawan air bersih. Lalu perbaikan tempat ibadah mushola dan perbaikan sekolah di sekitar lokasi perusahaan," ungkapnya.
Ketika PT. Dahana beroperasi di Tasikmalaya lanjutnya upaya membangun citra tersebut dilakukan dalam bentuk membangun kemitraan dengan kelompok usaha kerajinan rakyat. "Upaya itu kami lanjutkan di sini (di Subang)," katanya lagi.
Disamping ingin membangun citra sebagai Kiblat Bahan Peledak Indonesia, PT. Dahana pun ingin membangun citra bahwa industri bahan peledak tidak seseram atau mengerikan seperti umumnya dibayangkan.
Sebab kata dia penggunaan bahan peledak produk PT. Dahana sebagian besar utuk kepentingan dalam pembangunan. Diantaranya pekerjaan jalan tol Cikopo – Palimanan (Cipali), Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dan pembangunan jalan tol Trans Sumatera. "Termasuk dalam proses penambangan di Indonesia. Bahkan pernah mendapatkan order dari negara di kawasan Asia Tenggara.
Kemudian kata Asmorohadi karena posisi Dahana sekarang berada di Kabupaten Subang ingin membangun citra Kabupaten Subang  sebagai Kota Bahan Peledak. "Selama ini 'kan Subang dikenal sebagai 'Kota Nanas' kami juga ingin citra Subang dikenal sebagai 'Kota Bahan Peledak' dalam arti positif. Jadi image bahan peledak itu tidak seram lagi karena penggunaannya selama ini dipergunakan untuk kepentingan pembangunan," jelasnya lagi. (Adv/Satriya)