Diskakertrans Subang Prihatin TKI Overstay

Ilustrasi TKI (Sumber: GoogleImage)
SUBANG – Kasus rentetan meninggalnya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Subang semakin membuat prihatin. Apalagi  kebanyakan TKI yang meninggal merupakan TKI yang sudah habis masa kerjanya maupun pasportnya alias overstay.
Seperti diberitakan Realitas Jabar (Grup Indoarta) menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Disnakertrans Kab.Subang, H.Indra Suparman SH menyayangkan fenomena ini.
"Justru ini ironis banget, mereka sudah habis masa kerjanya TKI asal Subang masih rela memilih tinggal dan bekerja dinegara tersebut walaupun masa kerjanya sudah habis sehingga statusnya menjadi TKI Overstay," ujarnya Rabu sore (23/5/2018).
Aneh lagi, kata dia pasport TKI tersebut bisa diperpanjang di KBRI setempat. "Harusnya mereka dipulangkan saja," ujar Indra. Apalagi sambungnya sejak 2015 pengiriman TKI ke timur tengah sudah ditutup untuk TKI non formal seperti PRT.
Seperti yang dialami almarhum Enjum (43) TKI Asal Subang kata Indra ada;ah TKI yang dikabarkan berstatus Overstay atau sudah habis masa kerjanya selama 5 tahun.
"Berdasarkan Informasi dari KBRI yang diterima Enjum meninggal dunia karena Sakit sejak 17 Mei 2018.
"Enjum Kamis lalu (sakit) terkena serangan jantung dan dilarikan ke  rumah sakit Sultan Qaboos University, akibat Cardiogenic shock atua serangan jantung dan mengalami koma selama 4 hari sebelum (lalu) akhirnya meninggal dunia," bebernya.
Saat ini pihak KBRI di Muscat  masih menunggu konfirmasi tertulis dari pihak keluarga terkait permintaan agar jenazah dapat dikirim ke Indonesia. "Kita sedang urus terkait surat tersebut dengan pihak keluarga dan secepatnya akan kita layangkan ke KBRI agar proses pemulangan jenazah Enjum(43) bisa segera diproses," katanya.