Biang Kejahatan Dimusnahkan, Sedikitnya Jatuh 3 Korban Jiwa

SUBANG – Menyambut Bulan Suci Ramadhan Polres Subang melakukan pemusnahan sebanyak 30.600 botol minuman keras termasuk narkoba dengan 49 tersangka dari 36 kasus. Menurut Kapolres Subang barang bukti tersebut hasil operasi selama 4 bulan terakhir sejak akhir 2017 lalu. Ditambah dengan kasus 3 kg ganja yang baru saja ditagkap.
"Selain pemusnahan sejak akhir 2017 (lalu), ini dalam kurun waktu 4 bulan kita melakukan operasi unsur muspida bersama instansi terkait kita mengamankan 30.600 botol termasuk dari kasus ganja tadi malam," ungkapnya kepada wartawan usai pemusnahan di Mapolres Subang, Jum'at (11/5/2018).
Selanjutnya kata dia kegiatan ini untuk menekan jumlah korban dan menekan angka kejahatan yang diakibatkan minuman keras. "Akibat minuman keras ini orang bisa saja melakukan kejahatan apapun. Karena miras ini 'bapak'-nya kejahatan," katanya.
Adapun mengenai korban jiwa minuman keras kata Joni sedikitnya 3 orang telah menjadi korban. Upaya ini terus dilalakukan setiap malam. Hasil barang bukti yang diamankan cukup besar terutama dimalam akhir pekan. Hampir tiap malam dilakukan upaya Kepolisian dibantu dengan TNI dan Satpol PP dengan ratusan barang bukti ratusan botol. "Bahkan sampai 500 (botol). Apalagi pada malam sabtu dan minggu," imbuhnya.
Dia juga menyebutkan dalam kurun waktu terakhir jatuh korban jiwa sedikitnya 3 orang akibat minuman keras.
Untuk itu pihaknya melakukan upaya pencegahan termasuk masuknya minuman keras dari luar yang beredar di wilayah hukum Subang.
Sementara itu dikatakan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN), Fahmiron menyebutkan pihaknya menjatuhkan vonis berat kepada pengedar miras. "Tidak kurang dari 4 tahun kami jatuhkan vonis kepada mereka (pengedar minuman) keras," katanya.
Kemudian Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim selaku Kepala Daerah Kabupaten Subang mengapresiasi upaya Kepolisian memberantas minuman keras. Karena dia menyadari kejahatan yang diakibatkan minuman keras cukup meresahkan. "Kami mengharapkan keamanan di Subang tetap kondusif. Diantaranya dari kehatan yang disebabkan oleh pengaruh minuman keras," katanya.
Oleh karena itu upaya kepolisian bersama unsur terkait dan unsur masyarakat seperti Gerakan Anti Narkotik (Granat) yang konsisten memberantas minuman keras.
Pemusanahan minuman kras dilakukan dengan cara digilas oleh stoomwals dan baran bukti narkoba dibakar yang dilakukan bersama-sama Plt Bupati dan Kapolres Subang serta Kepala Kejaksaan Kepala Kejaksaan Negeri, Kepala Pengadilan, perwakilan Kodim, Lanud dan tokoh masyarakat.