Plt Bupati Subang Apresiasi Sekolah Ramah Anak

SUBANG – Plt Bupati Subang, Ating Rusnatim mengapresisasi usaha dalam mewujudkan sekolah ramah anak yang dipelopori oleh Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetiyani. Oleh karena itu upaya mendorong sekolah ramah anak kareena menjadi bagian urusan pemerintah dalam pendidikan formal. "Dorongan menjadikan anak-anak yang berkarakter adalah persoalan yang biasa ditangani dalam keluarga dan Ibu-ibu yang paling depan dalam kepedulian msalah ini," ujarnya saat memberikan sambutan pada Pertemuan Rutin TP-PKK Kabupaten/Kota se-BKPP II Jawa Barat di Subang, Rabu (25/4/2018).
Kemudian Ating meminta kepada Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat bisa menyampaikan informasi untuk mendukung terbentuknya Sekolah Ramah Anak.
"Kami minta arahan dari Ibu Ketua TP PKK tentang apa yang bisa kami seriusi di Subang. Mohon ibu juga memberikan arahan kepada ibu-ibu Subang. Kami sadar diri banyak kekurangan informasi dan komunikasi tentang masalah sekolah ramah anak," ujarnya lagi.
Khususnya, lanjut Ating ialah informasi kekinian tentang Sekolah Ramah Anak. Dia menyadari sebenarnya ibu-ibu PKK di Subang punya kapasitas dan kapabilitas yang menunjang. Namun lebih baik bila kemudian disinergikan dengan semangat gotong royong.
"Maka dari itu sebagai bentuk sinergi tersebut kepada Ibu Ketua (TP-PKK Jawa Barat) jangan ragu sampaikan saja (kepada kami) tentang informasi khususnya (informasi) yang kekinian. Mudah-mudahan nantinya akan menjadi pelengkap bagi kami sesuai dengan kondisi masing-masing," katanya lagi.
Pada acara ini sekaligus memperingati Hari Kartini yang dihadiri ibu-ibu TP-PKK. Pada kesempatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat menguraikan tentang pentingnya meneladani semangat Kartini yang memiliki semangat dalam memajukan kaum perempuan.
Perenungan semangat Kartini kata Netty adalah penting karena ditengah kungkugan terhadap perempuan tetapi mampu melahirkan pemikiran yang bagus. "Ditengah kungkungan tetapi bisa eksis karena memiliki semangat membaca. Kartini adalah perempuan yang memiliki semangat bahwa menjadi perempuan adalah bukan kesia-siaan," ungkapnya.
Padahal waktu itu lanjut dia tradisi sangat mengungkung perempuan. "Tetap kartini memiliki semangat tidak mau kalah oleh jaman dan tergilas oleh keadaan.
Kemudian dia berfikir keras untuk memaknai diri sebagai perempuan." imbuhnya.
Oleh karena itu kita perlu merenungkan semangat yang dimiliki oleh Kartini degan baik.