"Kado Kejutan" HUT Subang Tahun Ini

SUBANG – Sejumlah anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Subang Jawa Barat melakukan aksi demo ke Gedung DPRD Kabupaten Subang. Uniknya demo ini dilakukan tepat di Hari Jadi ke-70 Tahun Kabupaten Subang. Dalam aksinya mereka menyuarakan keprihatinan atas pimpinan di Subang 3 kali berurusan dengan hukum.
Mereka datang ke Gedugh DPRD menjelang usai Rapat Paripurna DPRD Dalam rangka Peringatan Hari Jadi Ke-70 Tahun Kabupaten Subang, Kamis (5/4/2018).
Mereka menyampaikan aspirasinya melalui pembacaan "Refleksii 70 Tahun Kabupaten Subang Himpunan Mahasiswa" oleh Aris Munandar. Isi dari refleksi tersebut ialah menuntut supaya aparatur di Kabupaten Subang melaksanakan tugasnya sesuai dengan Amanat UUD 1945, Menegakkan Nilai-Nilai Luhur Pancasila dan aturan birokrasi dengan benar.
Kemudian menyatakan mendorong penuh netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam moment politik. "Jika ada ASN yang melanggar (tidak netral) harus ditindak tegas," ucapnya.
Kemudian menuntut terciptanya transparansi anggaran kepada publik seluas-luasnya dari tingkat pemda hingga ke tingkat bawah. Mereka juga menyuarakan supay apembangunan di Kabupaten Subang benar-benar berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat. "Bukan untuk tujuan pencitraan politik, MURI atau seremonial belaka," imbuhnya.
Mereka juga menyuarakan tentang penegakkan hukum. "(Diantaranya) mengusut tuntas mafia CPNS K-2 dan mafia perijinan di Kabupaten Subang," ujarnya.
Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Kab Subang, Beni Rudiono dengan 2 orang anggota lainnya. Selanjutnya mereka melakukan dialog dan menyampaikan beberapa aspirasi lainnya. Diantaranya mengenai Hak Angket tentang Sari Ater dan mempertanyakan pengelolaan anggaran Sekretariat Dewan.

Ricuh Akibat Salah Faham
Ditengah kegiatan dialog, sempat terjadi kesalahfahaman yang  berbuntut ricuh. Penyebabnya ialah ketersinggungan mahasiswa atas ucapan salah seorang Setwan yang kurang berkenan menurut mahasiswa. Mereka sempat ricuh menuntut permintaan maaf.
Namun kemudian berhasil ditengahi oleh anggota Dewan bersama aparat kepolisian yang mengamankan. Akhirnya kedua belah pihak kembali tenang. Dialog kembali berlangsung hingga akhirnya mereka melanjutkan aksinya ke Kantor Pemda Subang.
Satriya