Inilah Jejak Keberadaan Maung Lodaya di Subang


SUBANG – Untuk meyakinkan harimau jawa yang dinyatakan punah, masih ada upaya menelusuri keberadaannya. Salah satunya dilakukan oleh pegiat konservasi alam, Agus Yani yang meyakini keberadaan harimau jawa di hutan-hutan selatan Subang Jawa Barat. Kata dia jumlahnya cukup banyak dengan asumsi mudahnya menemukan jejak kaki yang diduga jejak harimau jawa. "Jejak (kaki) mudah ditemukan apalagi kalau tanah dalam kondisi basah atau becek. Ukurannya berdiameter 15 centi yang dewasa bercampur dengan yang berukuran kecil – bersama anak-anaknya," ujar ASN di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Subang ini kepada Reporter Jabar (Grup Indowarta)saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/4/2018).


Bahkan kata dia keberadaan mereka pun banyak ditemukan di sekitar proyek galian pasir di Banggalamulya Kecamatan Kalijati. "Coba anda main ke penggalian pasir Benggalamulya (Kalijati) di sana malah banyak ditemukan (jekak) di sekitar bekhoe (alat keruk)," ungkapnya.


Oleh karena itu dia sangat menyesalkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Organisasi Dunia Untuk Pelestarian Alam yang menyatakan harimau jawa telah punah. "Padahal selama ini banyak ditemukan jejak keberadaannya baik kotoran, bekas cakaran di pohon dan jejak kaki kucing besar dengan ukuran diduga kuat sebagai harimau Jawa dengan sebaran areal yang cukup luas," bebernya.


Lalu dia mengungkapkan indikasi lain keberadaan harimau jawa masih banyaknya satwa yang menjadi mangsa harimau jawa. Seperti kelelawar besar dan surili di hutan-hutan. "Ini binatang ini masih banyak di sana (hutan Subang)," ujarnya sambil menunjukkan beberapa foto surili dan kelelawar besar. Dari penelusuran dia juga menemukan goa yang diduga kuat sebagai sarangnya.

Kemudian Agus menyebutkan jenis kucing besar yang ada hidup di Subang ada 4 macam yang terdiri dari 2 jenis yaitu panthera pardus 3 macam dan 1 panthera tigris. Harimau Jawa kata dia tergolong panthera tigris jumlahnya masih banyak berdasarkan dari temuan beberapa kali oleh warga ditambah jejak yang tersebar. "Selama ini kesaksian warga jadi literatur bagi kami. Mereka pernah menemukan harimau loreng hitam masuk ladang sedang minum," terangnya.

Kemudian dirinya juga mengamankan kepala bangkai harimau loreng dari warga korban perburuan. "Ini kepala harimau jawa yang telah dikeringkan korban perburuan sekitar tahun 2000 lalu. Ini ditembak pemburu di bawah matanya," ujarnya sambil menunjukkan 2 titik di bawah mata harimau.

Upaya menelusuri keberadaan harimau Jawa ini terus dilakukan. Bahkan dia berniat membuat komunitas "Mapag Maung" yang concern menelusuri keberadaan mereka sampai ketemu. "Saya bersama teman-teman ingin menunjukkan bahwa  Maung Lodaya (harimau jawa) itu masih ada di sini di Subang. Saatnya nanti Insya Allah akan ketemu," pugkasnya. (Satriya)