Harimau Jawa di Subang Masih ada Sekitar Seratus Ekor

Agus Yani: "Harimau Jawa itu bukan punah tetapi dinyatakan punah. Ini Bahaya."
SUBANG – Keberadaan harimau jawa (panthera tigris sondaica) diyakini masih ada. Bahkan Plh Kepala UPT Hutan Kota Kabupaten Subang, Agus Yani meyakini jumlahnya sekitar seratus ekor. "Di Subang saja saya perkirakan (sekitar) seratus (ekor) masih ada tersebar hutan Subang sebelah selatan," ujarnya kepada Reporter Jabar (Grup Indowarta), Jum'at (27/4/2018).
Jumlah itu dari beberapa kesaksian warga sering memergoki keberadaanya di lokasi-lokasi berbeda. "Bahkan pernah juga ada yang sempat masuk ke pemukiman," imbuhnya. Misalnya kesaksian warga yang tengah mencari madu sempat menemukan 2 ekor anaknya dengan induknya. Kemudian di lokasi lain yang jaraknya jauh sempat menemukan "satu keluarga harimau" empat ekor.
"Itu 'kan artinya 2 ekor anak (harimau) ditambah induknya pasti ada jantannya. Jadi 4 (ekor) di sana saja. Lalu satu keluarga 4 ekor. Kemudian beberapa tahun sebelumnya seorang bidan pernah menemukan 1 ekor. Sampai dia trauma," tuturnya.
Seringkali keberadaan harimau itu dikaitan dengan hal-hal mistis. Namun dia fokus pada bukti-bukti jejak keberadaan habitatnya. "Selama penelusuran di beberapa lokasi di hutan-hutan (Subang) saya sempat menemukan jejak harimau, bekas cakar dan feces-nya," ungkapnya.
Agus menyayangkan pernyataan International Union of Conservation for Nature (IUCN) yang menyebutkan harimau jawa telah punah. "Sebenarnya harimau jawa bukan punah tetapi dinyatakan punah. Saya sayangkan itu. Dengan pernyataan itu tidak ada (aturan) yang melindungi mereka (harimau). Tetapi (jejak) keberadaan mereka banyak ditemukan. Terutama di hutan selatan Subang," katanya menuturkan.
Oleh karena itu dia bersama rekan-rekannya berusaha mencari cara untuk mengambil gambar keberadaan mereka. Tetapi dia kesulitan mendapatkan peralatan yang tepat. Oleh sebab itu pihaknya berharap ada perhatian dari pihak-pihak yang peduli pada keberadaan hewan ikon Jawa Barat ini.
Kemudian aktifis Pro Fauna Indonesia, Herlina Agustin mengatakan walaupun keberadaan harimau jawa masih misteri, tetapi kata dia keberadaan hewan sejenis itu perlu mendapat perhatian dengan menjaga habitatnya.
"Sampai (sejauh) ini keberadaan harimau jawa masih misteri. Mudah-mudahan masih ada. Apapun satwa itu, harimau jawa atau bukan, semoga tidak diganggu hidupnya. Tidak diburu dan tidak dibunuh," tuturnya melalui sambungan seluler saat diminta tanggapannya.
Dia berharap keberadaannya tetap dijaga dengan serius oleh masyarakat sekitar habitatnya. "Jika benar (yang di Subang) itu harimau jawa maka itu adalah harta alam yang sangat berharga bagi Indonesia, jadi biarkan hidup lestari," pungkasnya.
(Satriya/Indowarta)